Dasar Bambang!!

Saya punya teman dengan cara memaki yang unik. Jadi, setiap kali dia kesal atau marah, dia akan “memaki” dengan menggunakan nama orang. Contohnya, kalo dia marah karena ditanya berulang-ulang, dia bakal bilang,” Kok nggak ngerti-ngerti juga? Dasar BAMBANG!!!”.
Waktu ditanya alasannya, menurut dia sih, nama-nama manusia dipakai untuk menggantikan nama-nama hewan dan sebangsanya (yang sering diucapkan kalo sedang marah), supaya selain menghindari dosa, juga supaya orang yang dimarahi nggak tersinggung.
Untuk lebih jelasnya, kalo ditilik dari segi bahasa, menurut Kamus Bahasa Indonesia yang dia baca, maki adalah ucapan yang keji-keji jadi, kalo dikaitkan dengan arti kata memaki, jelas dia nggak memaki,dong?

Beda dari teman yang pertama, ada lagi teman saya yang lain dengan kebiasaan yang nggak kalah unik. Saking terbiasanya memaki, dia sampai keceplosan untuk menyebutkan nama-nama hewan dan sebangsanya pada saat dia bahagia atau memuji orang lain. Contohnya, kalo dia merasa ada temannya yang punya suara keren, dia bakal bilang, “ Gila!!! Suara kamu ****** banget!!”. Secara bahasa, dia memang memaki tapi, orang yang dimaki kok malah tersipu malu?hahahaha....

Lucu juga kalo membandingkan dua teman saya itu tapi, kalo seandainya saya ditanya yang mana yang lebih kurang ajar, saya jelas akan bilang kalo teman saya yang pertamalah yang makiannya lebih kurang ajar.

Alasannya, kalo dari saya pribadi, memaki itu sebenarnya berhubungan dengan maksud dari perkataan yang kita keluarkan.
Baik itu nama-nama hewan sekitar sampe kosa kata lokal tertentu yang punya arti kurang ajar, selama maksudnya baik yah, walaupun kasar dan kurang ajar tetap saja nggak sekurang ajar orang yang memakai nama orang sampe nama merek televisi tapi dengan tujuan “memaki” atau mengutuk seseorang.

Tapi, lepas dari tingkat kekurangajaran di atas, saya pikir teman saya yang pertama cukup pintar untuk menemukan “gaya baru memaki” ini soalnya, menurut cerita teman “penemu” saya, beberapa teman yang “dimaki”nya justru jadi turun emosinya karena dimaki dengan cara yang aneh tersebut. Orang-orang yang kebetulan lewat juga nggak bakal melihat dengan tatapan sinis soalnya mereka nggak tau kalo dia lagi memaki. Ajaib,bukan?

Pada akhirnya, tulisan saya ini hanya untuk mengukur “tingkat kekurangajaran” dari cara memaki dua teman saya dan bukannya ditujukan untuk mempopulerkan “gaya baru memaki ini” karena bagi saya, diucapkan dengan gaya apapun, tetap saja makian itu nggak pernah enak didengar maupun dirasa baik oleh orang yang dimaki maupun orang yang numpang lewat. Jadi, bila harus memilih, saya akan memilih untuk untuk menahan diri agar nggak memaki saat kesal. Kadang memang keceplosan tapi, nggak ada salahnya terus dicoba,kan?
Maklum, takut dosa...

Posting Lebih Baru Posting Lama

9 Responses to “Dasar Bambang!!”

Ernita D mengatakan...

kadang kata2 makian malah udah jadi kebiasaan dan kewajaran bagi sebagian/sekelompok orang. di sini spt "f word", "bs" atau b**ch udah kayak kata sehari2 aja...jadi ingat waktu kecil kalo di denger orangtua ngomong jorok bibir langsung dilumurin cabe...wuuuahh, pedesh...hahahahahah

indo mengatakan...

Pertanyaan...apakah yang dimaki mau disamakan dengan "Bambang" kah :)

Fauzan mengatakan...

Yang kasian BAMBANG tuh, dia kan ga tau apa2, masa di 'sama2in' or dijadiin pengganti nama2 hewan sih..
hahaha....

Link exchange yuk..

Moehfi mengatakan...

Cara memaki yang unik... :D
perlu di museum kan tu orang ntar..

antown mengatakan...

di manado ada starwan juga toh?

astrid savitri mengatakan...

yg dimaki itu lakinya mayang sari?

rizky mengatakan...

Omongan jorok dan makian yang aneh!!!
Baru denger ni aQ

speakup mengatakan...

@ernita: yah, begitulah mba'...karena kebiasaan, jadi bingung yang mana makian dan yang mana celetukan
@indo : hahaha...mati aku kalo yang namanya bambang membaca ini...
@fauzan : ngga' tau tuh, itu mah bisa-bisanya teman saya
@moehfi: nanti saja tanyakan ke dia kalo dia mau dimuseumkan,hehehe
@antown: ada, tapi koneksinya payah,hikz..
@astrid: hahaha, kurang tau ya mba'...mungkin saja
@rizky: yah, memang teman saya itu cukup langka...

pesisir-kidul mengatakan...

jangan2 bukan cuma lakinya mayang sari yang dimaki. kan banyak tuh yang punya nama bambang.. tetangga saya aja ada beberapa yang ada unsur bambang pada namanya. mm bahkan, orang nomor satu di negeri ini juga..
waduh kalo ini gawat.. aku gak ikut2 ah..