Tentang Kematian


Beberapa waktu yang lalu teman saya mengabarkan kalo omanya baru saja meninggal. Mendengar itu, saya pun langsung ke Rumah Sakit dengan Dian, teman baik saya. Saat masuk Rumah Sakit, kebetulan saya yang di depan dan, seperti biasanya, pas berhadapan dengan yang bersangkutan beserta keluarga, saya cuma membeku, nggak tau bikin apa.
Rasanya beraaaaaat sekali mo berkata-kata.
Jadi, kita hanya hadap-hadapan.
Bego,ya?

Saya kurang tau dengan pengalaman kamu tapi, sejauh pengalaman saya, saya paling bego kalo sudah soal perkabungan.
Pokoknya, bukan keahlian saya banget deh, kalo menyangkut soal perkabungan. Entah mengapa, ada perasaan takut untuk mengungkapkan apa yang ada di pikiran saya.
Takut menyinggung, takut keliatan aneh, pokoknya nggak enak ini itu deh.
Makanya saya jadi mati kutu.

Nah, lepas dari kegagapan saya dalam sebuah perkabungan, waktu saya melayat omanya teman saya, saya jadi ingat dengan kematian oma saya.
Kematian oma saya sangat berkesan soalnya, itu adalah pertama kalinya orang yang saya kenal dekat meninggal.
Opa-oma saya dari pihak mama sih sudah lama meninggal jadi rasanya biasa saja karena saat itu, saya masih kecil tapi, untuk oma yang satu ini, dari pihak papa, benar-benar DEKAT karena selain tidur sekamar, walau sering dimarahi, saya sering GR sendiri kalo orang-oramg di rumah bilang kalo saya itu cucu yang paling disayang dan diperhatikan.

Karena itu, waktu tau oma meninggal, rasanya SAKIIIIIIIT sekali.
Apalagi, oma meninggal saat saya masih dalam perjalanan.
Nggak sempat deh, menemani oma di masa-masa terakhirnya.
Dalam perkabungan saya waktu itu, banyak hal yang saya sesali.
Saya menyesal sering marah-marah ke oma, menyesal karena sering nakal, menyesal karena sering melarikan diri kalo disuruh menjaga oma yang sedang sakit, dan berbagai penyesalan lainnya. Rasanya, saya sudah terlalu sering menyakiti oma.
Memang betul kata orang, seringkali, orang yang paling sering kita sakiti adalah orang yang justru paling dekat dengan kita.

Karena itu, saya mulai belajar untuk lebih menyayangi semua yang ada dalam “lingkaran” saya (orang-orang terdekat). Buktinya, kata tante saya, sekarang ini saya ini keponakannya YANG PALING BAIK,lo!!
Huahahahaha......
Jadi, kamu juga dong...sayangi semua yang ada di lingkaran kita. Jangan Cuma fokus ke orang-orang di luar lingkaran kita,dong.
Sip?

Posting Lebih Baru Posting Lama

22 Responses to “Tentang Kematian”

nita mengatakan...

wuih ada gambar grim reaper...syereeem:)

kematian memang kerap bikin kita 'beku', bingung, sedih, campur aduk jadi satu

dalam manuskrip novel saya soal kematian, saya menulis begini:

"bukankah hidup yang perlu ditangisi sedangkan kematian seharusnya dirayakan sebab ia merupakan sebuah pembebasan?"

tentunya itu cuma sekedar sederet kalimat di atas kertas. sebab pada kenyataannya manusia mana yang tak sedih ketika menyaksikan kematian orang-orang terdekatnya

brainwashed mengatakan...

saya juga mati kutu klo ngadepin orang yang berduka, bingung mo ngapain, takut salah paham..

saya juga pernah ditinggal orang dekat. utk mengobati rasa sedih, biasanya saya berfikiran bahwa sebenarnya org yg meninggalkan kita cm berpisah secara lahiriah aja, di hati saya, orang2 tersebut tetap ada, ga pernah mati dan akan selalu ada menemani saya.

Saya sayang semua org disekeliling saya, apalagi dalam lingkaran terdekat. :)

@ mba nita: "bukankah hidup yang perlu ditangisi sedangkan kematian seharusnya dirayakan sebab ia merupakan sebuah pembebasan?"

saya suka kalimat itu, dan saya setuju untuk beberapa contoh kematian spt, tersiksa menjelang ajal terlalu lama. meski sedih sekali, tapi kematian (mungkin) menjadi jalan terbaik untuk mengakhiri semua penderitaan org tsb.

Ivana mengatakan...

mba'nita:mmm....kata-katanya bagus mba'...
saya sering dengar kata-kata semacam di atas saat pemakaman tapi, tak ada kata yang benar-benar bisa menghibur saat kita kehilangan orang yang kita cintai. Hanya waktu yang bisa (ciee...)
Brainwashed:Mm...sama dong...ketemu deh yang punya kesamaan dengan saya,hehehe

Antown mengatakan...

@nita: wah makasih mbak, saya jadi tahu nama gambar ini. Soalnya setahu saya gambar ini kalo mau cari di internet agak susah kalo gak tahu namanya
@ivana: masih ingat soal kematian rekan kerja saya? sempat baca tulisan itu? pasca kejadian saya ambil kesimpulan pendek; saya rela ngerjain tugas dia, biarpun saya capek, asal jangan kamu pergi secepat itu. Tapi memang takdir berkata lain.

Oya, makasih atas info Nabi-nya ya, Van!!

OOT: tulisanmu nggak ada paragrafnya lagi :)

pesisir-kidul mengatakan...

aku terharu membacanya. bener kata ivana dan mb nita, "kematian memang kerap bikin kita 'beku', bingung, sedih, campur aduk jadi satu."
Mungkin, hal pertama yang bisa kita lakukan adalah berdoa utk yg meninggal agar diterima di sisi-Nya.

btw, aku masuk di dalam lingkaran mu ga yaa.. hehe

kRucIaL mengatakan...

hehehe... masih minim soal kehidupan neh, mohon bimbingannya pada kakak2 diatas yah ^^

Memang yah kita bakal tau seberapa kita mengasihi orang itu saat orang itu meninggalkan kita... Jd bener juga kata kak ivana cintai orang disekelilingmu selagi bisa...

Trus katanya mbak alicia keys " cintai mereka seperti kita tidak akan melihat mereka lagi... "

Trus kataku " cintai mereka selagi kita bisa "

made eka mengatakan...

bagaimanapun juga kematian pasti akan datang untuk menjemput. Harus dipersiapkan dari sekarang kedatangannya.
ada beberapa yang telah mengetahui kapan ajalnya akan menjemput. Bahkan sebelum meninggal sempat ngasi petuah2 ke anak dan cucunya. Sayang orang seperti ini langka banget.
salam

erlybahsan mengatakan...

Ironisnya orang sering bilang bahwa kita baru akan merasa betapa berartinya seseorang itu saat dia sudah hilang..

zee mengatakan...

Suasana berduka memang selalu bawa suasanan kaku. Jd sy juga pasti ga betah berlama2 di acara berduka, soalnya pasti bingung mo ngapain.

But, tx sdh ingetin utk lbih care dan sayang sama keluarga.... **suka lupa..

~ tc ~ mengatakan...

iya... kadang untuk mengucapkan "turut berduka..ato yang sabar ya.." rasanya lidah terasa kelu gitu...
pengen ngomong tp gak tau mo ngomong apaan..takut dikirain basa basi...

masenchipz mengatakan...

mati itu dah pasti..waktu itu yg tak pasti kapan..jdi yuk... mari mempersiapkan diri....

indo mengatakan...

Saya juga pernah merasakan kehilangan sewaktu di tinggal nenek, sampai butuh waktu untuk recover dari perasaan kehilangan...hiks

dee mengatakan...

gitu jg yg aku rasain klo bertemu dengan kematian. sedih, bingung.. dan ga tau cara menghibur org yg ditinggalkan. btw, ivana, itu gambar kamaitachi ya?

acy mengatakan...

terus terang nich acy juga serem ngeliat orang mati :)

seezqo mengatakan...

Kematian bukanlah akhir, kelahiran bukanlah awal. Jadi sebenernya mati dan lahir nggak ada bedanya, cuma siklus aja selama ada di dunia fisik.

travellous mengatakan...

postingannya bagus, tapi gambar nya sereeem! Hehehe

saya setuju, memang sih ya kita baru akan merasakan jika sudah mengalaminya sendiri, so nice story to share!

selamat menyayangi satu sama lain :)

benykla mengatakan...

sadar sih kalo ga ada yang abadi, tapi yang bikin shock itu kalo meninggalnya mendadak

Tony mengatakan...

wah liat gambarnya jadi ga berani terusin baca :D

astrid savitri mengatakan...

Sip!

Dengan menerima perpisahan berarti kamu bisa lebih menghargai kehidupan..saya juga mengalami perasaan sama saat ayah saya meninggalkan dunia...dan saya suka pesan kamu di akhir postingan, ivana!

Ivana mengatakan...

antown: SIP!! eniwei,maaf, saya kurang ngerti soal paragraf. Rasanya,saya sudah membagi-baginya menjadi beberapa paragraf. Boleh lebih jelas lagi,bro?
pesisir-kidul:yup. Kamu masuk dalam lingkaran aku,kok,hehehe...
krucial:yup, setuju sama dede Krucial,hehehe
made eka:mm...mungkin kelompoknya mama lauren kali ye..
erlybahsan:yah, begitulah...
zee: saya terima ucapan makasihnya..sah!!hehehe
tc:baguslah kalo kamu ngerti.Ternyata banyak ya, yang sama seperti saya,hohoho...
masenchps:yup, setuju
indo: waah, sehati dong...
dee: soal gambar, menurut mba' nita sih grim reaper. Menurut saya? saya ngga tau. ngambilnya cuma asal aja lewat om google,hihihi
acy:sama,dong!!
seezqo:mmm
travellous:hehehe, namanya juga postinga tentang kematian,wakakaka
benkyla:yup
toni:hayo bang, kuatkan dirimu...adikmu ini mendukungmu sepenuh tenanga,hehehe
astrid:makasih mba'

Feri mengatakan...

Emank ya penyesalan selalu datangnya terakhir, sepertinya itu sudah menjadi hukum alam. Gak mungkin menyesal dulu baru kejadian. Yang penting bagaimana kita belajar dari kesalahan2 kita terdahulu dan memperbaikinya untuk kehidupan yg selanjutnya. :)

ranto marbun mengatakan...

mati! semua manusia hidup maka semua manusia juga harus mati. namun mengapa kita selalu merasa tidak siap untuk menerima kematian tersebut?