Tentang Menciptakan Chemistry Antar Tokoh

Tips ini didapet dari blog yang namanya Soup Laler Ijo

Menciptakan Chemistry antara tokoh.

Apa persamaan antara Scarlett O’Hara dan Rhett Butler, Tom dan Jerry, serta Sherlock Holmes dan Dr. Watson? Oke. Mereka semua memang pasangan fiktif. Tapi mereka semua memiliki satu hal yang lebih dari sekedar karakter fiktif. Mereka semua memiliki chemistry dengan pasangannya. Ketika kamu ingat kata Scarlett, kamu akan ingat Rhett. Ketika kamu ingat Tom, kamu langsung ingat Jerry. Bagaimana dengan Sherlock Holmes dan Dr. Watson? Tentu saja mereka adalah salah satu pasangan detektif paling terkenal di dunia fiksi.

Menjelaskan chemistry, saya kira, sama susahnya dengan menceritakan mengapa kita menyukai atau membenci seseorang. Namun satu hal yang bisa saya katakan adalah ketika satu tokohmu tidak mungkin menarik tanpa adanya karakter yang lain, itulah chemistry. Apakah tokoh Jerry yang cerdas akan menarik kalau ia tidak bertemu dengan Tom yang bodoh dan kekeuh dalam mengejar Jerry? Apakah sifat Scarlett yang keras kepala akan menarik kalau Rhett tidak memiliki sifat sama kerasnya?

Kita bisa mengenali adanya chemistry pada kedua tokoh cerita bila pembaca (atau penonton) merasa senang melihat dua tokoh tersebut berinteraksi. Kita yakin cerita ini akan kehilangan nyawa bila karakter pasangannya dihapus atau diganti dengan karakter lain. Ibaratnya jodoh, kedua pasangan itu harus ada (dan harus seperti itu) atau cerita itu tidak akan hidup.

Tentu saja chemistry ini tidak harus muncul dalam bentuk hubungan romantis (walaupun itu yang paling mudah untuk dimunculkan). Kamu bisa memunculkan chemistry ini dalam hubungan pertemanan, orang tua-anak, kakak-adik, kakek-cucu, atau bahkan musuh. Ada banyak contoh di mana tokoh utama memiliki keterikatan dengan musuhnya. Bagaimana dengan Batman dan Catwoman atau Hannibal Lecter dan Clarice Starling?

Jika kamu sudah membuat karakter, coba tambahkan ini ke dalam dua tokoh utamamu. Jika belum, pikirkan dua karakter yang saling bertolak belakang mungkin secara fisik, finansial, usia, atau bahkan latar belakang. Apa yang terjadi kalau mereka bertemu? Konflik apa yang mungkin muncul? Bagaimana keduanya bisa saling tertarik? Apa yang membuat keduanya dekat? Apa yang membuat mereka membutuhkan yang lain? Cobalah menambah chemistry dan perhatikan, daya tarik ceritamu akan semakin kuat.

source : Forum Pulau Penulis


Fiksi dan NonFiksi

Ini ada postingan bagus dari Jonru :
Belum Bisa Membedakan FIKSI dengan NONFIKSI?

Pada sebuah kegiatan di Sekolah-Menulis Online BelajarMenulis.com beberapa hari lalu, ada dua siswa yang menanyakan hal yang sama:

“Awalnya saya menulis nonfiksi, yakni sebuah artikel tentang A. Tapi lama-kelamaan, tulisannya kok menjadi fiksi, ya? Bagaimana cara mengatasinya?”

Pertanyaan ini membuat saya agak bingung, karena itu saya meminta si siswa untuk memberikan penjelasan lebih detil.

Mereka pun menjelaskan.

“Begini. Saya kan menulis sebuah artikel tentang A. Di situ saya menjelaskan analisis dan diskripsi tentang A itu. Tapi tanpa saya sadari, tulisan itu akhirnya berubah menjadi penulisan opini saya mengenai A.”

“Oke, lalu di mana letak fiksinya?” tanya saya.

“Ya pada opininya itu.”

“Lho, Anda menganggap opini itu sebagai fiksi?”

“Memang begitu, kan?”

* * *

Terus terang, kejadian ini menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi saya. Sekitar setahun lalu, saya pun pernah ditanyai oleh seorang teman, “Apa sih, perbedaan antara fiksi dengan nonfiksi?”

Bahkan, seorang teman pernah berkata, “Saya sudah terbiasa menulis dengan gaya bahasa yang ringan, pakai sapaan AKU, pokoknya jauh dari resmi. Karena itulah saya tidak berani menulis nonfiksi. Soalnya nonfiksi itu kan tulisan yang serius dan resmi.”

Sejujurnya, selama ini saya menganggap bahwa SEMUA penulis PASTI sudah tahu apa perbedaan antara fiksi dengan nonfiksi. Tapi pengalaman-pengalaman di atas, terus terang membuat saya terperangah sekaligus sadar, bahwa anggapan saya ternyata keliru.

Dari hasil obrolan dengan teman yang belum bisa membedakan antara fiksi dengan nonfiksi tersebut, saya mendapat kesimpulan bahwa dia mengira pembedaan antara fiksi dengan nonfiksi adalah dalam hal GAYA BAHASA. Bila suatu tulisan menggunakan bahasa yang “mendayu-dayu”, indah, nyastra, berbunga-bunga, maka itu adalah tulisan fiksi.

* * *

Mungkin, banyak di antara Anda - para penulis senior - yang geleng-geleng kepala dan merasa heran atas cerita saya di atas. Itu bukan karangan saya semata, tapi itu adalah fakta yang saya temukan di lapangan.

Karena itulah, kali ini saya mencoba memberikan semacam “pelurusan makna” atas isu yang - barangkali - “cukup krusial” ini. Bila tidak diluruskan, saya khawatir jika di masa depan, makin banyak orang yang salah kaprah mengenai perbedaan antara fiksi dengan nonfiksi.

Baiklah!
Perbedaan antara fiksi dengan nonfiksi sebenarnya SANGAT SEDERHANA. Kita akan mulai dari hal yang paling mudah dipahami.

Selama ini, Anda tentu sudah sering mendengar istilah ‘perusahaan fiktif’. Saya yakin Anda tahu apa maksud dari istilah ini. Ya, perusahaan fiktif adalah perusahaan bohongan, tidak benar-benar ada.

Nah, TULISAN FIKSI memiliki pengertian yang lebih kurang sama. Fiksi adalah jenis tulisan yang hanya berdasarkan imajinasi. Dia hanya rekaan si penulisnya.

Jadi, Anda pasti sudah setuju sekarang, bahwa jenis-jenis karya seni berikut ini merupakan karya fiksi:
Cerita pendek (cerpen), novel, sinetron, telenovela, drama, film drama, film komedi, film horor, film laga.

* * *

Jika Anda telah paham apa itu FIKSI, maka memahami NONFIKSI akan jauh lebih mudah. Coba amati kata NON yang terdapat di depan kata FIKSI. Arti dari “non” adalah “tidak” atau “selain”.

Jadi, TULISAN NONFIKSI adalah tulisan-tulisan yang isinya BUKAN FIKTIF, bukan hasil imajinasi/rekaan si penulisnya.

Dengan kata lain, NONFIKSI adalah karya seni yang bersifat faktual. Hal-hal yang terkandung di dalamnya adalah nyata, benar-benar ada dalam kehidupan kita.

Jadi, Anda pasti sudah setuju sekarang, bahwa jenis-jenis karya seni berikut ini merupakan karya nonfiksi:
Artikel, opini, resensi buku, karangan ilmiah, skripsi, tesis, tulisan-tulisan yang berisi pengalaman pribadi si penulisnya (seperti diary, chicken soup for the soul, laporan perjalanan wisata), berita di koran/majalah/tabloid, film dokumenter, dan masih banyak lagi.

* * *

Kesimpulan:

Perbedaan antara fiksi dengan nonfiksi sebenarnya hanya terletak pada masalah faktual atau tidak, imajiner atau tidak.

Jadi, perbedaan antara keduanya sama sekali tidak ada hubungannya dengan gaya bahasa atau apapun selain masalah fakta atau imajiner.

Dengan demikian, bisa saja tulisan nonfiksi menggunakan gaya bahasa yang “nyastra”, mendayu-dayu, berbunga-bunga, sebagaimana halnya yang sering kita temukan pada naskah-naskah cerita pendek (cerpen) atau novel. Tulisan nonfiksi bisa saja menggunakan bahasa yang sangat serius, atau sangat santai dan selengekan, seperti buku Kambing Jantan karya Raditya Dika.

Dan - SECARA TEORI - bisa saja cerpen atau novel menggunakan bahasa yang serius dan formal seperti skripsi atau karangan ilmiah. Ya, itu bisa saja. Kenapa tidak? Jangan katakan itu tidak mungkin, sebab siapa tahu suatu saat nanti ada penulis yang berhasil menulis novel dengan menggunakan bahas ilmiah, tapi tetap asyik untuk dibaca.

Di dunia jurnalistik, kita juga mengenal istilah “jurnalisme sastra”, yakni penulisan berita (NONFIKSI) yang menggunakan gaya bahasa sastra, sehingga berita-berita yang kita temukan di majalah tertentu akan terasa seperti novel. Padahal yang ditulis di sana adalah KISAH NYATA atau FAKTA, atawa NONFIKSI.

* * *

Sebagai penutup, saya merasa perlu memaparkan dua hal berikut:

SATU:
Memang, karena alasan tertentu, ada juga penulis yang memasukkan unsur-unsur fiksi ke dalam tulisan nonfiksi. Misalnya: Seorang wartawan menulis sebuah berita, lalu di dalamnya ada wawancara imajiner dengan seorang tokoh yang juga imajiner.

Mungkin Anda mengira bahwa tulisan jenis ini adalah 50 persen nonfiksi dan 50 persen fiksi. Ada juga yang berpendapat ini sudah 100 persen fiksi. Sementara orang lainnya mengatakan tulisan seperti ini masih murni nonfiksi.

Kita bisa saja berdebat panjang mengenai hal-hal seperti itu. Tapi menurut saya, itu bukanlah hal yang terlalu prinsip untuk dibahas. Selama tulisan tersebut bermanfaat bagi pembaca dan tidak merugikan siapapun, saya kira berdebat tentang jenis tulisan hanya akan membuang-buang waktu.

DUA:
“Bagaimana bila IDE DASAR dari tulisan fiksi adalah FAKTA? Contohnya, banyak juga film atau novel yang diangkat dari kisah nyata.”

Untuk menjawab pertanyaan ini, coba Anda baca tulisan saya yang berjudul “Menulis Cerpen Berdasarkan Kisah Nyata”.

Semoga bermanfaat, dan semoga tak ada lagi salah kaprah mengenai pengertian fiksi dan nonfiksi.

Cilangkap, 18 Februari 2008

Jonru

Lomba Menulis Untuk Remaja

Dalam rangka Ulangtahun Galangpress
ke-5, penerbit Pustaka Anggrek
menyelenggarakan “Lomba Nulis” untuk
seluruh remaja SMA dan sederajat se-DIY
dan Jateng. Hadiah menarik menanti tiga
pemenang yang beruntung. Karena
Galangpress akan membagikan 300 buah
buku pada masing-masing pemenang. Selain
itu, hadiah berupa uang tunai dan piagam
pastinya juga tidak lupa diberikan.

Tertarik untuk mengikutinya? ? Pilih saja
salah satu tema berikut ini: Andai
Sekolahku Tanpa Aturan, Andai Ortuku
Gaul Sekaleee, atau Andai Aku Presiden
Amrik. Lalu, jangan sungkan-sungkan
untuk mengirimnya ke: Penerbit Pustaka
Anggrek – Galangpress Grup, Jl. Anggrek
3/34, Yogyakarta, 55225. Atau lewat
email ke pustakaanggrek@ galangpress. com.
Tapi jangan lupa untuk menuliskan “Lomba
Nulis Remaja” di pojok kiri atas amplop
atau di subject emailmu. Dan juga
menyertakan fotokopi kartu pelajar.

Buat saja sebuah naskah menarik dan
gila, yang “kamu bangeettt dehh..”,
dengan minimal 5 halaman. Karna kami
akan menunggu ide-ide gilamu dan
pikiran-pikiran liarmu sampai dengan
tanggal 25 April 2008.

Selanjutnya, para pemenang bakal
makeURL("diumumin di website www.galangpress. com","eHNsL2J1bG xldGluLnhzbA= =");diumumin di website www.galangpress. com
pada 5 Mei 2008


Sayembara Novel DKJ

SAYEMBARA MENULIS NOVEL
DEWAN KESENIAN JAKARTA 2008

sumber: milis apsas

Untuk merangsang dan meningkatkan kreativitas pengarang Indonesia dalam penulisan novel, Dewan Kesenian Jakarta kembali menyelenggarakan Sayembara Menulis Novel. Lewat sayembara ini, DKJ berharap akan lahir novel-novel terbaik, baik dari pengarang Indonesia yang sudah punya nama maupun pemula, yang memperlihatkan kebaruan dalam bentuk dan isi.


Ketentuan Umum
- Peserta adalah warga negara Indonesia (dibuktikan dengan Kartu Tanda Penduduk atau bukti identitas lainnya).
- Peserta boleh mengirimkan lebih dari satu naskah.
- Naskah belum pernah dipublikasikan dalam bentuk apa pun, baik sebagian maupun seluruhnya.
- Naskah tidak sedang diikutkan dalam sayembara serupa
- Naskah dan judul ditulis dalam bahasa Indonesia yang baik
- Tema bebas


Ketentuan Khusus
- Panjang naskah minimal 100 halaman A4, 1,5 spasi, Times New Roman 12
- Peserta menyertakan biodata dan alamat lengkap dalam lembar tersendiri, di luar naskah
- Lima salinan naskah yang diketik dan dijilid dikirim ke:


Panitia Sayembara Menulis Novel DKJ 2008
Dewan Kesenian Jakarta
Jl. Cikini Raya 73
Jakarta 10330
Telp. 021-3193 7639 / 316 2780

- Batas akhir pengiriman naskah: 31 Agustus 2008 (cap pos atau diantar langsung)


Lain-lain
- Para Pemenang akan diumumkan dalam Malam Anugerah Sayembara Menulis Novel DKJ 2008 di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, pada akhir Desember 2008
- Hak Cipta dan hak penerbitan naskah peserta sepenuhnya berada pada penulis
- Keputusan Dewan Juri tidak dapat diganggu gugat dan tidak diadakan surat-menyurat
- Pajak ditanggung pemenang
- Sayembara ini tertutup bagi anggota Dewan Kesenian Jakarta Periode 2006—2009


Hadiah
Juara I Rp 20.000.000
Juara II Rp 15.000.000
Juara III Rp 12.500.000


Lomba Menulis Esai

Lomba Menulis KSMPMI Berhadiah Total 4,5 Juta Rupiah
Posted on February 4, 2008 by ksmpmi

LOMBA KARYA TULIS MAHASISWA 2008

HUBUNGAN INTERNASIONAL

UNIVERSITAS PARAHYANGAN BANDUNG

DEADLINE: 23 MARET 2008

TEMA

INDONESIA’S YOUNG GENERATION UNWRAPS THE INTERNATIONAL PROBLEMS


SUBTEMA

1. Indonesia and Global War on Terrorism

2. The Young Diplomat’s Contribution to Indonesia’s Role in International Relations

3. Toward the Indonesia’s Readiness on Millennium Development Goals

4. Globalization’s Challenge to Indonesia’s Cultural Values

5. Youth’s Concern Regarding Issue on Global Warming


JUDUL

Judul bebas (Peserta bebas menentukan judul, tetapi masih dalam batasan tema yang ditentukan)


PESERTA

• Mahasiswa dari perguruan tinggi di seluruh Indonesia segala jurusan dan disiplin ilmu.

• Umum



KRITERIA dan KETENTUAN PENULISAN

• Karya tulis yang diikutsertakan berbentuk esai, merupakan karya orisinal yang keasliannya dapat dipertanggungjawabkan, bukan saduran, bukan terjemahan.

• Karya tulis belum pernah diikuksertakan dalam lomba sejenis.

• Karya tulis dapat ditulis menggunakan Bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris.

• Peserta hanya dapat mengirimkan satu judul karya tulis.

• Panjang tulisan minimal 4.000 – 12.000 karakter untuk semua kategori.

• Tulisan diketik, ukuran huruf Times New Roman 12, spasi rangkap, ukuran kertas A4.

• Karya tulis dikirimkan selambatnya 23 Maret 2008 (Cap Pos)


PELAKSANAAN LOMBA :

1. Esai dikirim kepada panitia melalui pos dan paling lambat tanggal 23 Maret 2008 (cap pos).

2. Panitia akan menetapkan 10 Karya Tulis terbaik sebagai finalis LKTM 2008, yang akan dipresentasikan pada 25 April 2008. Pengumuman finalis akan diumumkan pada bulan April 2008. 10 Karya Tulis terbaik akan langsung dihubungi oleh panitia.

3. Pengumuman pemenang akan diumumkan pada 25 April 2008 dan penganugerahan penghargaan serta hadiah akan dilakukan pada 26 April 2008 dalam acara tahunan Seminar Internasional KSMPMI.


PESERTA WAJIB MENGIRIMKAN

1. Peserta hanya dapat mengirimkan satu judul karya tulis;

2. Naskah karya tulis asli dalam bentuk hardcopy dan softcopy.

3. Curriculum Vitae (CV) penulis dan fotokopi tanda pengenal diri.

4. Esai dikirim dalam bentuk cetak rangkap 2 (dua) dan disertai soft file berupa disket atau CD.

5. Esai dikirim kepada panitia selambat-lambatnya tanggal 23 Maret 2008 (cap pos).

6. Naskah lomba dikirimkan dalam sampul tertutup, pada sudut kiri atas dicantumkan kode “LKTM SENTRIS – 2008″, dan dialamatkan kepada Panitia Lomba Karya Tulis Mahasiswa 2008 tentang melalui pos dengan alamat :

a/n ANDRE

STAFF JURUSAN HUBUNGAN INTERNASIONAL – FISIP

Gedung Administrasi FISIP UNPAR

Jl Ciumbuleuit no.94 (Gedung 3) BANDUNG

Telp : 022 – 203 3557 ext 310

Fax : 022 – 203 8485


Untuk informasi lebih lanjut hubungi :

Wulani Sriyuliani : 08122230856

Ryan Adiputra R : 0813222 99906

Retta A. : 08562193913


e-mail : Lktm2008@hotmail.com

ksmpmi_unpar@yahoo.com


KRITERIA PENILAIAN

• Sistematika Penulisan

• Aspek bahasa

• Kekayaan informasi

• Karya tulis bersifat rasional dan didukung pula dengan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan. Penulisan sistematis, memuat unsur-unsur pengidentifikasian masalah, analisa dan pembahasan serta saran yang konstruktif.

• Kejelasan permasalahan, argumentasi, keterbacaan serta mampu menumbuhkan kesadaran dan meningkatkan pemahaman masyarakat luas terhadap permasalahan generasi muda Indonesia dan masalah dalam konteks internasional.

• Keputusan dewan juri tidak dapat diganggu gugat


PENGHARGAAN dan HADIAH

• Pemenang I : Tropi, sertifikat dan uang sebesar Rp. 2.000.000,-

• Pemenang II : Tropi, sertifikat dan uang sebesar Rp. 1.500.000,-

• Pemenang III : Tropi, sertifikat dan uang sebesar Rp. 1.000.000,-



Contact Person

Wulani Sriyuliani : 08122230856

Ryan Adiputra R : 081322299906

Retta A. : 08562193913


e-mail : Lktm2008@hotmail.com

ksmpmi_unpar@yahoo.com


Lomba Penulisan Berbasis Cerita Rakyat

Lomba Penulisan Puisi dan Cerita Pendek Berbasis Cerita Rakyat
I. Ketentuan Umum

Acuan utama lomba ini adalah penulisan puisi dan cerita pendek dilaksanakan sebagai hasil proses interpretasi terhadap cerita rakyat Jambi. Sumber cerita rakyat dapat berasal dari manuskrip, buku cerita rakyat yang telah diterbitkan ataupun sumber-sumber lisan. Aspek kreatifitas sebagai hasil interpretasi merupakan acuan utama lomba ini. Oleh karena itu sangat terbuka adanya pemahaman yang beragam dari peserta lomba baik dari sisi tema, tokoh, latar maupun aspek-aspek lain.

Peserta terbuka untuk umum.
Tema puisi dan cerita pendek bersifat bebas atau tidak mengikat, tidak bersifat SARA.
Peserta melampirkan biodata, foto diri ukuran post card, berwarna sebanyak 2 lembar.
Naskah puisi dan cerita pendek telah diterima panitia selambat-lambatnya pada 31 Maret 2008.
II. Ketentuan Khusus

A. Lomba Penulisan Puisi Berbasis Cerita Rakyat Jambi.

Peserta diperkenankan mengirimkan 3 (judul) puisi.
Belum pernah dipublikasikan di media massa baik lokal maupun nasional, ataupun dalam bentuk buku atau antologi maupun melalui internet.
Karya cipta harus asli, bukan terjemahan maupun saduran, jiplakan atau dibuatkan oleh orang lain (bukan hasil plagiat), dan bukan hasil klaim terhadap hak cipta orang lain.
Apabila pada karyanya terdapat ungkapan, istilah, kata frase, kalimat dan bahasa setempat (bahasa Melayu Jambi dan dialeknya) harus dibuat penjelasannya yang ditulis pada lembar tersendiri.
Diketik rangkap 4 pada kertas ukuran kuarto, huruf Times New Roman, font 12 pt, spasi 1,5.
B. Lomba Penulisan Cerita Pendek Berbasis Cerita Rakyat Jambi.

Peserta diperkenankan mengirimkan 3 (judul) cerpen.
Belum pernah dipublikasikan di media massa baik lokal maupun nasional, ataupun dalam bentuk buku atau antologi maupun melalui internet.
Karya cipta harus asli, bukan terjemahan maupun saduran, jiplakan atau dibuatkan oleh orang lain (bukan hasil plagiat), dan bukan hasil klaim terhadap hak cipta orang lain.
Apabila pada karyanya terdapat ungkapan, istilah, kata frase, kalimat dan bahasa setempat (bahasa Melayu Jambi dan dialeknya) harus dibuat penjelasannya yang ditulis pada lembar tersendiri.
Diketik rangkap 4 pada kertas ukuran A4, huruf Times New Roman, font 12 spasi ganda, minimal 6 halaman maksimal 10 halaman.
Naskah, biodata, surat pernyataan, tanda pengenal yang masih berlaku, lembar penjelasan dikirimkan dalam amplop tertutup disertai disket atau Compact Disc ke alamat:

Panitia Lomba Penulisan Puisi dan Cerita Pendek Berbasis Cerita Rakyat Jambi
Jambi Writing Program
Jln. Prof. HMO. Bafadhal RT. 07 RW. 03 No. 04 Cempaka Putih – Jambi 36134,

Pada kiri atas amplop ditulis jenis lomba yang diikuti.

Dapat pula dikirim via e-mail ke: newwacana@yahoo.com

III. Dewan Juri

Untuk memperoleh obyektifitas penilaian pada lomba “Penulisan Puisi dan Cerita Pendek Berbasis Cerita Rakyat Jambi” ditentukan 3 (tiga) orang dewan juri dengan komposisi 2 (dua) orang dari luar provinsi Jambi dan 1 (satu) orang dari Jambi.

IV. Hadiah dan Penghargaan

A. Hadiah dan penghargaan untuk lomba penulisan puisi.

1 pemenang: hadiah uang Rp. 1.000.000, plakat dan paket buku.
10 nominasi : hadiah uang Rp. 500.000,-, plakat dan paket buku.
B. Hadiah dan penghargaan untuk lomba penulisan cerita pendek

1 pemenang: hadiah uang Rp. 2.000.000, plakat dan paket buku.
10 nominasi : hadiah uang Rp. 500.000,-, plakat dan paket buku.
Keseluruhan puisi dan cerita pendek pemenang serta nominasi akan dibukukan dalam kumpulan puisi dan cerita pendek yang akan disosialisasikan bersamaan dengan pengumuman pemenang dan nominasi pada 1 Mei 2008. Pemenang pertama dari tiap-tiap kategori akan diundang panitia untuk menghadiri pengumuman pemenang dan peluncuran
buku hasil lomba.


LOMBA CERITA KONYOL REMAJA 2008 Oleh GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA (GPU)

DICARI:
CERITA REMAJA YANG KONYOL DAN LUCU!

Sejak tahun 2004 GPU telah sukses mengorbitkan banyak penulis TeenLit.
Tulisan-tulisan mereka sangat segar dan bikin penasaran. Nah, tahun 2008 ini
kami ingin mencari sesuatu yang baru. Apa lagi kalau bukan cerita-cerita
remaja yang konyol dan lucu?

Oke deee, tunggyu apa lagi? Sekaranglah kesyempatan buat kamyu-kamyu bikin
ceritha konyuol yang bisya bikhin terpingkhal-

pingkhal.

Tapi sebelum itu, baca dulu yuk persyaratannya!

Syarat umum mengikuti lomba:
* Lomba terbuka untuk warga negara Indonesia berusia di atas 15 tahun.
* Naskah berupa karya asli, bukan terjemahan atau saduran.
* Naskah belum pernah dipublikasikan di media massa, dan tidak sedang
diikutsertakan dalam sayembara lain.
* Peserta boleh mengirim lebih dari satu naskah.
* Lomba ini tidak berlaku bagi karyawan PT Gramedia Pustaka Utama dan
keluarganya.

Syarat khusus Lomba Cerita Konyol Remaja:
* Tema cerita bebas dan harus menceritakan dunia remaja yang penuh
warna-warni.
* Naskah dalam bentuk novel (boleh dari blog pribadi).
* Ditulis dalam bahasa Indonesia yang lincah, segar, populer, gaul, tidak
vulgar, tidak mengandung SARA.
* Panjang naskah 100-200 hlm, ukuran kertas A4, diketik 1,5 spasi, font
Times New Roman 12 pt, sudah dijilid dan diberi nomor halaman.
* Kirimkan naskah (print out plus disket), sinopsis cerita, biodata penulis
plus foto, serta fotokopi tanda pengenal penulis (KTP/Kartu Pelajar) ke:

PANITIA LOMBA CERITA KONYOL REMAJA 2008
Redaksi Fiksi PT Gramedia Pustaka Utama
Gedung Gramedia Lt. 3
Jl. Palmerah Barat 33-37
Jakarta 10270

Cantumkan "LOMBA CERITA KONYOL REMAJA 2008"di pojok kiri atas amplop.
* Sertakan 2 lembar kupon asli yang ada di dalam novel-novel TeenLit
Gramedia Pustaka Utama terbitan Februari - Juni 2008.
* Redaksi berhak mengganti judul dan menyunting isi.
* Karya kami tunggu selambat-lambatnya 30 Juni 2008 (cap pos)
* Hak untuk menerbitkan naskah ada pada PT Gramedia Pustaka Utama.

Hadiah:
Juara 1: Rp. 7.000.000 + trofi + hadiah lainnya
Juara 2: Rp. 5.000.000 + trofi + hadiah lainnya
Juara 3: Rp. 3.000.000 + trofi + hadiah lainnya
Bagi 10 Pemenang Berbakat, karyanya akan diterbitkan.

Pemenang akan diumumkan pada bulan November 2008 di harian KOMPAS dan
website PT Gramedia Pustaka Utama (www.gramedia.com)

Untuk keterangan lebih lanjut hubungi 53677834 psw 3213/3212.

BURUAN KIRIM NASKAHNYA YA!


Postingan Lebih Baru Postingan Lama