My Blog's Readibility Test
Pas waktu baca multiplynya mba' Primadonna Angela, aku sempat baca tentang situs yang menilai tingkat readable-nya sebuah blog dan pas coba-coba, hasilnya...JRENG..JRENG...JRENG...
Jadi malu,hehehehe...
Selasa, 18 Maret 2008 Ivana lain-lain 1
Pas waktu baca multiplynya mba' Primadonna Angela, aku sempat baca tentang situs yang menilai tingkat readable-nya sebuah blog dan pas coba-coba, hasilnya...JRENG..JRENG...JRENG...
JANGAN PENDAM BAKAT MENULIS ANDA!
SYARAT UMUM:
- Penulis adalah Warga Negara Indonesia
- Naskah ditulis dalam Bahasa Indonesia yang baik dan menggunakan ejaan yang disempurnakan
- Naskah harus asli, dan bukan merupakan terjemahan
- Naskah belum pernah dan tidak dalam proses dipublikasikan di media massa cetak maupun elektronik. Naskah juga tidak sedang diikutsertakan di sayembara lain.
- Naskah yang tidak menang tetapi dianggap cukup baik akan dimuat di edisi biasa. Penulis akan mendapatkan honor yang sesuai
- Keputusan juri tidak dapat diganggu gugat, dan tidak diadakan surat menyurat
NOVELETTE
Punya ide cerita seputar romantisme kehidupan wanita? Coba tulis dalam novelette (fiksi prosa pendek) dan sertakan dalam Sayembara Novelette Nyata. Siapa tahu Anda akan menjadi penulis fiksi kenamaan.
Hadiah Sayembara Novelette:
(Sudah termasuk honorarium pemuatan dan tidak menutup kemungkinan jumlah pemenang bertambah)
Pemenang I Rp 6.000.000,-
Pemenang II Rp 4.500.000,-
Pemenang III Rp 2.500.000,-
Syarat Teknis Sayembara Novelette:
- Novelette bertema romantisme kehidupan wanita
- Diketik dengan komputer di atas kertas HVS folio/kwarto dengan jarak dua spasi dengan font 12
- Panjang 40-50 halaman, dikirim sebanyak empat rangkap disertai satu (1) CD berisi naskah dan foto copy identitas serta nomor telepon yang bisa dihubungi
Disertai selembar synopsis keseluruhan cerita, dan selembar pernyataan bahwa naskah asli, bukan terjemahan, belum pernah dan tidak dalam proses dipublikasikan di media massa cetak dan elektronik. Tidak pula sedang diikutsertakan di sayembara lain
- Peserta dapat mengirimkan lebih dari satu naskah novelette dengan kupon asli Sayembara Novelette yang ditempel di amplop ke asli dikirim ke Tabloid Nyata:
* Graha Pena Lt 3, Jalan A Yani 88 Surabaya, atau
* Graha Pena Lt 7, Jalan Kebayoran Lama 12, Jakarta Selatan,
- Naskah ditunggu selambat-lambatnya 29 Maret 2008
- Pemenang akan diumumkan di Tabloid Nyata pada edisi minggu keempat April 2008
Sabtu, 15 Maret 2008 Ivana presentasi 0
Dulu waktu kuliah (contohnya kebanyakan waktu kuliah soalnya waktu kuliah, bawaannya presentasi melulu, apalagi waktu di semester akhir,GUBRAAK!!), aku termasuk si aktif bertanya. Yang aneh di sini, beberapa temanku sering meminta agar aku nggak bertanya saat mereka presentasi dengan menelorkan beberapa alasan:
1. Mereka gugup waktu presentasi jadi, pasti blank dan nggak bakal bisa memikirkan jawabannya. Ada yang malah mengusulkan, bagaimana kalo ditanya pas klar presentasi aja... (orang yang aneh..)
2. Mereka takut malu saat nggak punya jawaban
Dan, ada ribuan alasan lainnya yang merupakan turunan dari dua alasan di atas.
Aku nggak pernah abis mengerti mengapa mereka harus takut pada pertanyaan yang ada karena menurutku, sukses nggaknya sebuah presentasi dapat dilihat dari jumlah pertanyaan yang ada. Kalo pertanyaannya banyak, berarti presentasinya menarik. Sebaliknya, kalo pertanyaannya sedikit berarti presentasinya nggak menarik a.k.a membosankan. Jadi, secara nggak langsung, mereka meminta aku untuk membantu mereka menggagalkan presentasi mereka dong...!!
Pertanyaan, menurut pendapatku adalah pengetes seberapa jauh pengetahuan kita tentang materi yang dibawakan. Kalo semuanya kejawab ya syukur. Berarti,persiapan kita OK tapi, yang menarik di sini kalo sampe kita nggak bisa menjawab pertanyaan yang diajukan. Mm..kalo dari aku, kalo aku nggak bisa menjawab pertanyaan tersebut:
1. Mengakui kekurangan
Terkadang, kita harus mengakui kekurangan kita dan bukannya memberikan jawaban asal tanpa ujung. Katakan saja maaf karena belum sampai di pembahasan yang dimaksud dan kalau perlu, pertanyaan bisa dibuka untuk forum jadi, kalo ada yang tahu jawabannya boleh mengangkat tangan. Sebagai tambahan, yah...senjata terakhir adalah, silahkan bertanya pada narasumber yang duduk manis a.k.a dosen/guru kita.
2. Setelah Presentasi, gigih mencari jawaban untuk pertanyaan tersebut.
Kalo ada pertanyaan yang nggak bisa dijawab, berarti pengetahuan kita masih kurang yang artinya, setelah presentasi, bila kita memang berniat belajar, kita bisa mencari jawabannya di perpustakaan atau internet sehingga lain kali kalo ditanya lagi, kita bisa menjawabnya.
Pada akhirnya, pertanyaan dalam sebuah presentasi sebenarnya bukan hal yang patut ditakuti tapi harusnya adalah suatu hal yang melengkapi presentasi kita jadi, jangan lupa untuk selalu menaruh “Any Questions?” di akhir slide presentasi kamu,hihihi....
Salah satu rubrik yang paling menarik dalam sebuah media cetak adalah tips alias bagaimana caranya membuat atau melakukan sesuatu. Berminat untuk menulis tips? Coba baca tulisan yang aku ringkas dari buku Quick Journalism :
1. Tahu “Bahasa” yang digunakan untuk menulis Tips
Untuk yang masih pemula, harus rajin membaca tulisan-tulisan tentang tips yang ada di berbagai media cetak. Semakin sering kamu membaca dan berlatih, semakin ahli kamu menulis tips bikinan kamu sendiri. Selain itu, jangan lupa untuk memperbanyak perbendaharaan bahasa indonesia kamu.
2. Kamu pernah melihat hasil nyata dari tips yang kamu buat.
Nah, setelah melaksanakan langkah di atas, kamu harus mencoba dulu tips yang akan kamu tulis. Kalo kamu mau bikin tips menghilangkan noda, tentunya kamu harus sudah berhasil menghilangkan noda dengan merealisasikan tips itu (atau minimal melihat orang lain berhasil dengan tips kamu). Ingat!! Jangan sekali-sekali menulis tips yang belum pernah kamu lihat hasil nyatanya. Bisa amburadul,bo!!
3. Cantumkan Foto kalau perlu
Keberadaan foto tentang langkah-langkah tips akan mempermudah pembaca untuk mengerti tips kamu (apabila tips kamu cukup rumit) dan keberadaan foto-foto tentang hasil nyata tips kamu akan membuat pembaca kamu semakin yakin untuk segera mencoba tips kamu.
Sekedar tambahan, namanya juga tips, jangan sampai dibuat panjang seperti karangan. Tips yang baik haruslah singkat, padat dan jelas sehingga tak membuat pembaca bosan. Selain itu, hindari tanda tanya dalam langkah tips karena akan menurunkan tingkat kepercayaan pembaca pada tips yang kamu buat. Namun, untuk tanda tanya di akhir tips (contoh: apakah anda sudah siap untuk mencobanya?) tidaklah dilarang.
Baru-baru ini, aku sempat iseng-iseng ikut lomba esai bertema pendapat, pandangan dan kritik tentang pelestarian film indonesia. Berhubung masih awam dalam penulisan esai, jadi penasaran ingin baca-baca tentang esai. Kebetulan, waktu ke gramedia ada buku menarik. Judulnya : Menulis Itu Ibarat Ngomong karya Septiawan Santana K.
Nah, menurut Om Septiawan,ada beberapa jenis esai,yaitu :
1. Esai Deskriptif
Deskripsi adalah penggunaan kata-kata untuk merekreasikan sebuah pengalaman, dimana pendengar atau pembaca dapat merasakan pengalaman tersebut. Sebagai contoh, esais deskriptif tak akan hanya menulis, “anak presiden itu ganteng” namun dia akan menulis “wajah anak presiden itu merupakan perpaduan sempurna antara Brad Pitt dan Josh Harnett” (huu..maunya,hehehe....)
2.Esai Persuasif
Sesuai dengan namanya, esai ini bertujuan untuk membujuk pembacanya agar melakukan apa yang diinginkan sang penulis. Jadi, tentu saja isi dari esai ini harusnya memiliki beberapa fakta yang menguatkan unsur rasionalitas dari esai yang bersangkutan, tanpa melupakan unsur emosi untuk menggerakkan hati sang pembaca (cie...)
3.Esai Informatif
Esai ini bertujuan untuk menjelaskan sesuatu yang belum diketahui pembacanya dengan harapan agar pembaca bisa mendapat pengetahuan yang baru maupun bisa mengetahui seluk-beluk suatu permasalahan yang sedang lucu-lucunya (baca:hangat).
4.Esai Interpretasi
Esai ini memaparkan informasi lewat perspektif penulisnya yang mana, penulis mengoleksi data untuk nantinya disatukan sesuai dengan kerangka esai yang sudah dibuat.Nah, sebagai contoh, seorang esais mengumpulkan data tentang tuduhan korupsi terhadap seorang jaksa lalu kemudian menghubungkannya dengan reaksi masyarakat internasional terhadap kebobrokan tersebut.
Untuk lebih detail tentang lomba esai, aku kebetulan mengunjungi multiply dhinny, salah satu administrator lomba (yang bertugas memilah-milah naskah yang layak dan kemudian memberikannya pada juri). Jangan sekali-sekali meremehkan tugas mereka loh, soalnya kalo sampe mereka dendam (hehehe), bisa-bisa naskah kita nggak nyampe ke tangan juri. Sayang,kan?
Nah, ini ni artikel menarik yang kubaca di multiply-nya :
Tips Buat Peserta Lomba Menulis (khususnya lomba essai)
Buat siapapun yang pernah, pengen, atau berminat ikut lomba menulis (khususnya lomba menulis essai).
Berikut saya berikan tips sebagai panduan:
1. LENGKAPI PERSYARATAN semaksimal mungkin. Misalnya disuruh kirim fotokopi identitas, sertakan naskah rangkap 3, bla bla bla... sertakanlah persyaratan itu dengan sangat lengkap. Karena kalau itu saja tidak dipenuhi, bisa jadi naskah anda sudah di-skip administrator sebelum sempat sampai ke tangan juri.
2. Lengkapi persyaratan DENGAN RAPI. Hal ini penting untuk memudahkan administrator dalam melaksanakan tugas. Jangan menyusahkan administrator kalau mau naskah anda selamat sampai ke tangan juri.
3. Bila hendak bertanya pada contact person (CP), tanyakanlah hal yang benar-benar penting. Jangan menanyakan hal-hal yang sudah ada pada pengumuman. Itu akan membuang pulsa dan waktu. (Juga akan bikin kesal CP. Bayangkan puluhan bahkan mungkin ratusan orang menanyakan hal yang sama). Kemudian bertanyalah yang sopan, jangan ngotot kalo mau pertanyaannya di jawab. Juga tidak usah menanyakan hal-hal yang tidak penting, seperti: "lagi ngapain?" yang akan semakin membuat kesal CP.
4. KIRIM naskah SEBELUM DEADLINE. ini akan menghindari naskah di skip karena telat masuk. Apalagi jika tidak ada penjelasan tanggal terakhir pengiriman itu harus sudah sampai ke tangan panitia atau cap pos. Setidaknya kirimlah tiga hari sebelum deadline.
5. JANGAN PERNAH MINTA PERPANJANGAN WAKTU PENGIRIMAN !!!! Tidak mungkin deadline lomba diundur hanya karena naskah anda belum masuk. Dan sebaiknya tidak meminta pengertian panitia mengenai keterlambatan naskah anda masuk (misal. "karena kelalaian pak pos, jadi naskah saya terlambat. Mohon diterima ya...ya?ya?")
6. Dalam menulis biodata, tulislah seperlunya atau yang diminta saja. Biodata yang harus ada: Nama lengkap, nomor telpon, alamat surat, email. Sisanya sertakan jika diperlukan. Kenapa data-data itu penting? Itu adalah untuk kontak panitia kepada anda sebagai peserta jika ternyata anda menang atau kita perlu berhubungan dengan anda. Tidak usah mencantumkan yang tidak perlu seperti: hobi, nama panggilan, motto, cita-cita, makanan kesukaan, hal yang disukai dan tidak disukai, dll. PLIS DEH, Emang kita peduli! Juga sebenarnya tidak terlalu perlu mencantunkan NPM/ no.mahasiswa. Itu lebih diperlukan kalo bikin tugas kuliah/ sekolah. Tapi yang penting, data kontak harus ada. Saynagkan, kalo seandainya kamu menang tapi di skip karena tidak tahu bagaimana panitia harus mengontak kamu.
Kenapa saya sangat mementingkan administrator? Karena administrator itu adalah orang pertama yang akan pegang naskah kamu. Selain ALLAH, juri dan yang lain nggak bakal tau kalo kita membuang/ menghilangkan naskah. Kita juga bisa men-delete naskah kamu dengan segera kalo kita dibuat pusing atau persyaratan administratif nggak lengkap (dalam berbagai lomba banyak kok yang naskahnya dibuang karena bikin pusing). Disitulah kekuasaan admnisitrator. makanya, jangan nyusahin kita, hahahaha.... :D
Sedikit tips bikin essay:
Berdasarkan pengalaman lihat juri lomba essay berdebat, coba kalo bikin essay itu
1. Penuh gagasan dan ide-ide cemerlang
2. Jangan klise
3. Jangan kayak bikin tugas/ makalah (ga usah pake pendahuluan, kesimpulan)
4. Data diperlukan untuk mendukung opini. Jangan sampe terlalu padet dengan data.
(sori mba' dhinny, aku lupa alamat multiplynya mba' jadi nggak aku kasih link ke situ...maap...)
Waktu iseng-iseng browsing tentang presentasi, aku sempat dapat situs bagus untuk belajar power point. Sudah gratis, gambarnya lucu-lucu lagi. Coba kunjungi situs ini
selamat belajar!!!
Jumat, 22 Februari 2008 Ivana tips penulisan 3
Bosan jadi pembaca?
Bagaimana dengan membuat media cetak sendiri?
Cukup menantang?
Saya coba ya, bagi-bagi pengalaman saya.
1. Tentukan segmen dan target pembaca
Tanpa penentuan yang jelas terhadap segmen dan target kamu, semuanya bisa kacau.
Contohnya, mari kita berandai-andai kalo segmen pembaca kamu adalah wanita. Setelah kamu menentukan wanita sebagai pembaca kamu, untuk lebih tertarget dan terfokus, tentukan umur dari pembaca wanita kamu. Sama seperti saya, saya memilih Pemuda Agama Khonghucu sebagai segmen saya lalu menargetkan pemuda untuk menentukan gaya bahasa yang dipakai dalam majalah saya.
Pokoknya, media cetak yang baik adalah media cetak yang mempunyai sasaran pembaca yang tertarget karena itulah yang akan menentukan gaya bahasa yang dipakai serta konsep yang nantinya akan dikembangkan. More examples?
Coba kamu bandingkan Femina, Cita Cinta, GoGirl, dan Kawanku. Semuanya untuk cewek tapi memiliki isi dan gaya bahasa yang beda.
2. Tentukan bentuk media cetak
Menurut Bung Affan dan Mufti lewat buku Quick Journalism:
Koran berukuran ½ plano
Tabloid berukuran ¼ plano
Majalah berukuran ½ tabloid
Buku berukuran ½ majalah
Newsletter berukuran kwarto dengan jumlah halaman 4-8
Buletin berukuran ½ majalah
Kemudian, yang lagi trendi sekarang adalah majalah mini yang seukuran buletin dengan jumlah halaman lebih dari 20 halaman.
Semuanya tergantung selera dan kemampuan sasaran kamu.
Kalo untuk saya pribadi, karena saya suka menulis untuk anak muda, saya paling suka format majalah mini. Lagian, sekarang sudah banyak media cetak (esp.majalah) yang ukurannya dipermungil supaya gampang dibawa kemana-mana oleh pembacanya.
3. Mulai Ciptakan Rubrik
Rubrik-rubrik ini penting untuk mengisi media cetak yang kamu buat yang mana, kombinasi dari semua rubrik ini akan memciptakan karakteristik dari majalah kamu. Rubrik ini penting supaya kamu punya pegangan dalam menulis atau mencari data.
Sekedar info, biasanya, ada 2 macam rubrik:
Yang pertama itu adalah Rubrik Tetap yaitu rubrik yang HARUS ADA di setiap edisi
Yang Kedua itu Rubrik Nggak Tetap (Bagusnya kita namakan apa,ya?) yaitu rubrik yang muncul untuk mendukung tema yang diangkat media cetak kamu, yang nggak harus muncul di edisi berikutnya.
4. Mulai Menulis dan Mencari Data
Ayo, mulailah menulis beberapa artikel dan cari data (lewat internet maupun interview) yang relevan dengan tema yang kamu angkat untuk penerbitan perdana media cetak kamu.
Contohnya?mmmm...
Kalau seandainya media cetak kamu terbitnya April dan kamu mengambil tema April Mop, coba cari data-data tentang sejarah April Mop. Kamu juga bisa menulis artikel yang berisi tentang pandangan kamu mengenai April Mop. Atau, kamu bisa cari data seleb yang suka bo’ong bahkan, mewawancara teman-teman di komunitas kamu tentang pengalaman bo’ong mereka yang paling berkesan. Ayo semangaaaat....
5. Naik Cetak
Kalo jumlah media cetak yang kamu terbitkan hanya sedikit, diprint saja.
Eh,jangan salah!
Print media cetak nggak bisa sembarangan dalam arti, jumlah semua halamannya (termasuk cover) harus kelipatan 4 karena 1 lembar kertas saja harus berisi 4 halaman. (kecuali kalo kamu mau ada halaman kosong,mmmm...lebih baik jangan deh!jelek banget kalo ada halaman kosong).
Cara print:
Contohnya kamu membuat 8 halaman, yang artinya kamu membuat buletin.
Artinya, kamu hanya perlu memprint 2 lembar kertas sebagai “master”. Kalo sudah berhasil, kamu bisa memperbanyaknya sesuka kamu. Toh, formatnya sudah ada di komputer kamu.
Mau lebih mudah? Diperbanyak dengan cara fotokopi saja(itu juga kalo kamu mau buletin kamu hitam-putih).
Nah sekarang ada halaman 1-8 (termasuk cover yang ada di halaman 8) untuk diprint, maka:
1 Klik menu File-Page Setup lalu tentukan ukuran kertas kamu di menu paper. (Bagusnya sih, A4). Dilanjutkan dengan klik menu margin dan pilih landscape di orientation serta 2 pages per sheet di bagian pages
2 Klik insert-page number dan pilih inside
Nah, kamu bisa mem-print data kamu (jangan lupa untuk menutupi halaman yang ada pada cover dengan textbox tanpa garis pembatas) dengan urutan print :
KERTAS 1
Print pertama : klik 7,8 di bagian pages-OK
Print kedua : klik 1,6 di bagian pages-OK
KERTAS 2
Print Pertama : Klik 3,2 di bagian pages – OK
Print kedua : Klik 4,5 di bagian pages – OK
Sekarang, bagaiaman rasanya punya media cetak ciptaan sendiri?
Jangan lupa untuk dibagi-bagi (atau bahkan dijual?). Nilainya lebih berharga kalo dibaca orang,lo!
Engine: Blogger Design:Ugesi Converted by LiteThemes.com